KesehatanUncategorized

Virus Corona Kuasai Lumbung PT. HM Sampoerna

PT. HM Sampoerna di Surabaya tutup sementara sebagai imbas meninggalnya dua karyawan positif Corona. 500 karyawan diliburkan karena berpotensi tertular virus Corona.

Dua karyawan PT. HM Sampoerna yang meninggal pada 14 April 2020, dinyatakan positif Corona. Awalnya Kedua karyawan sempat berstatus Pasien Dalam Pantauan (PDP), dan diminta melakukan isolasi. Namun keduanya tetap bekerja dan berpotensi menularkan Virus.

Baca Juga : Ditemukan Obat Corona, Harga 150Ribu

Setelah diketahui dua karyawan yang meninggal merupakan PDP, pihak manajemen PT. HM Sampoerna kemudian menghentikan sementara kegiatan produksi pada tgl 27 April 2020. Penghentian sementara bertujuan melakukan pembersihan dan sanitasi menyeluruh di area pabrik, termasuk produk. Sesuai protokol, pihak manajamen melakukan penyemprotan disinfektan ke seluruh fasilitas pabrik.

Serta tracking riwayat kontak pasien bersama Tim Tracking Gugus Tugas Covid-19 Jatim, 500 karyawan harus menjalani pemeriksaan. Berikut ini hasil penelusuran sementara :

  • 2 orang meninggal positif Covid-19.
  • 9 orang berstatus PDP dan dirawat di rumah sakit.
  • 163 orang sudah menjalani swab tes laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) (menunggu hasil PCR).
  • 100 orang dari 323 karyawan dinyatakan reaktif Covid-19 setelah menjalani tes cepat Covid-19 atau rapid test.

Selain memastikan pembersihan area sesuai dengan protokol, Direktur PT. HM Sampoerna, Elvira Lianita juga memastikan produk Sampoerna tetap dalam standard kualitas yang aman dikonsumsi dengan karantina produk selama lima hari sebelum dipasarkan.

Karantina produk yang dilakukan PT. HM Sampoerna menurut Elvira dua hari lebih lama dari batas stabilitas lingkungan Covid-19 yang disarankan European CDC dan WHO.

Baca Juga : Awas KPK Ganas

Sementara itu, pengeluaran rokok Sampoerna ekspedisi tanggal 25 Maret 2020 sampai dengan 30 April 2020 akan ditarik pihak terkait untuk dimusnahkan.

Meski seluruh pembersihan dan penanganan sesuai dengan protokol kesehatan lingkungan dan produk. Wartawan jarrakposjawa.com mengambil sample pannic attack dari beberapa warga sekitar pabrik, Rungkut Surabaya.

Masyarakat menilai penularan yang bersumber dari PT. HM Sampoerna merupakan penularan yang sempurna, sempurna mematikan, sempurna penyebaran. Karena karyawan Sampoerna yang tidak sedikit jumlahnya, ini akan mempercepat menyebaran virus kepada setiap warga sekitar Pabrik, dn utama terhadap penduduk surubaya.

“Mendengar karyawan Sampoerna meninggal, jelas kami takut. Takut tertular dari karyawan yang kerja disitu, umumnya karyawan HM sampoerna bertempat tinggal di sekitar pabrik, berbaur dengan masyarakat rungkut”, jelas Zainal Arifin warga Kalirungkut, Surabaya.

Selain ketakutan tertular dari karyawan, tidak sedikit masyarakat yang takut mengkonsumsi rokok produksi Sampoerna.

“Saya berharap kepada pemerintah segara menutup pabrik Sampoerna, jangan memberi toleransi dalam pemasaran produk. Jika pemerintah tetap memberikan kelonggaran maka bersiap-siaplah semua masyarakat terkena virus. lanjut Zainal warga sekitar.

“Kalau tau ada karyawan pabrik Sampoerna yang mati karena Corona. Saya jadi takut mengkonsumsi rokok buatan mereka, harapan kami sementara HM Sampoerna ditutup sampai kondisi stabil untuk memproduksi rokok”, ungkap Miftahul Khoir konsumen sekaligus warga KaliRungkut Surabaya.

(Salman S.H)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close