Uncategorized

Surabaya ; Polsek Wonocolo di-Duga Bekukan Kasus Penipuan

Rozanah (39), Berdasarkan surat tanda terima polisi nomor : STTLP/64/B/VII/2018/Jatim/Restabes/Sek Wonocolo pada hari Jum’at, Tanggal 10 Agustus 2018 lalu melaporkan seorang berinisial HK atas dugaan penggelapan.

Seorang warga Simo Gunung Keramat Surabaya ini mengeluh lantaran laporannya di Mapolsek Wonocolo diabaikan.

Rozanah bercerita kepada wartawan Jarrakposjawa.com kronologi kejadian hingga laporannya di Mapolsek Wonocolo. (18/4/2020)

Kejadian bermula ketika Rozanah menggadaikan sertifikat rumah kepada seseorang senilai 85 juta. Kemudian HK menjanjikan bantuan kemudahan untuk menebus sertifikat Rozanah.

Namun setelah uang senilai 85 juta diserahkan kepada HK, HK menghilang dan sertifikatnya tak juga dikembalikan kepada Rozanah.

Kemudian Rozanah melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Wonocolo Surabaya atas dugaan pemipuan dan penggelapan pada 10 Agustus 2018 lalu, namun hingga kini belum ada kejelasan status laporannya tersebut.

Setelah dikonfirmasi oleh Jarrakposjawa.com Kapolsek Wonocolo Kota Surabaya, Kompol Masdawati menolak memberi tanggapan atas laporan yang belum juga mendapat kejelasan tersebut.

Sesuai prosedur yang berlaku, setelah adanya laporan dari korban, pelapor mendapatkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) yang dikirimkan kepada penuntut umum dan terlapor dalam kurun waktu paling lambat 7 hari setelah diterbitkan Surat Perintah Penyidikan.

Hal ini merujuk pada Pasal 13 ayat (1) Peraturan Kepala Kepolisian Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2019 tentang Penyidikan Tindak Pidana (Perkap No. 6 Tahun 2019) bahwa penyidikan dilakukan dengan dasar Laporan Polisi dan Surat Perintah Penyidikan.

Jika semua prosedur ini dinisbikan, maka apa yang harus dilakukan oleh korban tindak pidana. Jika fenomena ini terjadi disetiap lembaga kepolisian, maka kacaulah Negara ini.

Penulis : Salman Alfarisi S.H.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close