Uncategorized

Massa Getol Jatim Kembali Turun ke Jalan

Surabaya, Jarrakposjawa.com — Omnibus Law masih menjadi topik terhangat ditengah pandemi, kali ini datang dari rakyat Surabaya. Ribuan massa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Tolak Omnibus Law atau yang disingkat Getol, kembali menyuarakan ketidaksefahaman dengan Omnibus Law.

Aliansi Getol yang terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, buruh, petani, nelayan dan perempuan di seluruh Jawa Timur. Dengan berbagai bendera mulai dari FSPMI Surabaya, KASBI, LAMRI, GMNI, JARKOM, FNSKDA, KP SPBI, dan KSN GEPAL. Mereka berkumpul di Tugu Pahlawan Surabaya, pada Kamis siang, pukul 13.00 WIB (16/7/2020).

Dengan tagar ‘gagalkan Omnibus Law’ dan ‘Getol Jatim’, aksi ribuan massa ini menyeruakkan beberapa point penting Omnibus Law yang menyesakkan rakyat, yaitu penolakan RUU se-Klaster dengan Omnibus Law seperti RUU Minerba, gratiskan rapid test untuk seluruh rakyat Indonesia, nasib para buruh yang dirumahkan tanpa gaji, THR dan BPJS harus segera disejahterakan serta kebijakan pemerintah mendatangkan tenaga kerja asing.

“Kami dengan tegas menolak semua klaster omnibus law yang merugikan rakyat, dan menuntut DPR RI menghentikan pembahasannya, jika DPR masih tidak mengindahkan suara rakyat maka lahirlah ‘Rezim anti Rakyat’, sepertinya negara kita sudah tidak bisa diharapkan,” teriak salah satu orator.

Selain di Surabaya, aksi tolak omnibus law Ciptaker masih menjadi topik yang hangat untuk dijadikan tema turun aksi, hari ini juga terjadi di kota lain yakni Yogyakarta dan Jakarta.

Sementara itu, di dalam Gedung DPR, berlangsung Rapat Paripurna Anggota Dewan. Hasil rapat itu menghasilkan daftar 50 RUU yang masuk Prioritas Legislasi Nasional (Prolegnas) 2020 hasil evaluasi. RUU HIP, Omnibus Law Ciptaker, dan RUU Minerba.

Penulis : Umar Faruq

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close