Uncategorized

Ratusan warga Kediri Unjuk Rasa Tolak Rapid Test

Kediri, Jarrakposjawa.com — Pemerintah Kabupaten Kediri Raya mengadakan rapid test secara massal kepada 1.533 warganya di RS Kilisuci, Senin (8/6/2020). Tujuannya guna mempercepat penanganan kepada masyarakat yang terpapar, hingga dapat menghemat biaya maupun waktu. Warga dijemput dengan mobil Satpol PP dan ambulans.

Namun rencana percepatan penanganan ini mendapat kendala dari beberapa warga yang tak kooperatif.

Mereka merupakan warga Desa Kedak, Kecamatan Semen Kabupaten Kediri. Tidak hanya menolak rapid test, mereka juga ingin membuka portal jalan desa. Mereka mengaku sehat dan sudah menjalani isolasi mandiri selama 2 pekan dan berharap dapat beraktivitas normal kembali.

Warga enggan menjalani rapid test karena takut harus menjalani karantina jika hasilnya reaktif. Yang lebih ditakutkan lagi adalah alat kesehatan yang kurang steril lantaran digunakan secara bergantian, bermula sehat setelah menjalani test kemudian terjangkit virus.

Perwakilan warga Kedak, Abidin menyampaikan, warga yang menolak rapid test sekitar 300 orang. Menurutnya, rencana rapid test membuat warga terutama yang sudah berusia lanjut tidak bisa tidur nyenyak.

“Kami semua warga menolak adanya rapid, orang tua mendengar akan ada rapid sudah tidak bisa tidur nyenyak. Kami semua sehat, yang sakit positif COVID-19 sudah diisolasi di gedung sekolah,” jelas Abidin di lokasi unjuk rasa, Senin (8/6/2020).

“Dan kami juga ingin agar portal dibuka. Kami sudah isolasi mandiri 2 minggu dan sehat. Portal dibuka agar bisa beraktivitas normal,” imbuhnya.

Penulis : Salman S.H.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close