Uncategorized

Praktik Prostitusi Anak di Bawah Umur (Kalibata City, Jakarta Selatan)

JARRAKPOSJAWA.COM
JAKARTA : Berawal dari pengaduan masyarakat akhirnya polisi membongkar praktik prostitusi anak di bawah umur di Apartemen Kalibata City, Kalibata, Jakarta Selatan.

Kasus ini terungkap setelah Polresta Depok mengungkap laporan kehilangan anak berusia 15 tahun yang dilaporkan hilang sejak 31 Desember 2019. Hasil penyelidikan Polresta Depok, korban ditemukan di Tower Jasmin Apartemen Kalibata City. Dalam penyelidikan polisi, para pelaku tidak hanya mengeksploitasi secara seksual, tetapi juga melakukan kekerasan terhadap korban.

“Berawal dari adanya pengaduan atau laporan orang hilang ke Mapolresta Depok pada 22 Januari 2020, kemudian korban dilakukan pencarian dan ditemukan di Apartemen Kalibata lantai 10,” jelas Irwan dalam keterangan kepada wartawan, Selasa (28/1/2020).

Atas dasar informasi dari Polresta Depok itu, Polres Jaksel kemudian melakukan penyelidikan, kemudian mengamankan empat orang di apartemen tersebut, yakni NA, MTG alias Ferdi, AS dan JF, satu pelaku lainnya yakni P sekarang berstatus DPO.

“P masih kita kejar. Saat ini para pelaku masih diperiksa di Polres Jaksel,” imbuh Irwan.

Dalam penyelidikan tersebut, polisi menemukan adanya penganiayaan atau kekerasan terhadap korban JO (15) oleh para pelaku. Korban dianiaya apabila tidak menuruti perintah.

“Korban disundut rokok, ditampar, digigit, ditonjok hidungnya, ditendang kakinya, didorong dengan lutut dengan posisi tangan diikat,” tutur Irwan.

Selain itu, salah satu pelaku juga menyetubuhi korban.

Irwan menambahkan para pelaku menawarkan korban sebagai pekerja seks anak di bawah umur melalui aplikasi Michat.

“Korban didagangkan melalui Michat dengan tarif beragam,” tuturnya. Sampai saat ini Polisi masih mengembangkan kasus prostitusi online untuk menjaring bos besarnya.

Temuan prostitusi di Apartemen Kalibata City bukan kali ini saja mengemuka. Mengantisipasi hal ini, pihak pengelola akan memperketat aturan sewa unit.

“Yang perlu para broker dan agent yang sewakan unit ini akan kita imbau untuk tidak lakukan itu, kita akan sosialisasi lagi. Kita coba minggu depan kumpulin seluruh agen dengan mengundang Kapolsek juga untuk berikan pengarahan,” kata General Manager Kalibata City Ishak Lopung, Selasa (28/1/2020).

Untuk urusan sewa-menyewa unit, Ishak mengatakan pihaknya tidak terlibat karena dilakukan oleh pemilik dengan pihak ketiga.

“Kita pengelola tidak punya agent. Kita hanya mengelola gedung, urusan sewa-menyewa kita tidak pernah urus itu. Itu agen luar yang tidak terdaftar di kita,” jelasnya.

Di sisi lain, pengelola sedikit kesulitan untuk menertibkan sewa unit harian. Pasalnya, banyak agen-agen tidak resmi yang menyewakan unit harian.

“Setahu saya itu agen-agen yang nakal, yang tidak resmi. Dia dapet dari pemilik kemudian dia sewakan. Pemilik mungkin kan yang penting unit bisa disewakan,” imbuhnya.

Ishak mengklaim pihaknya telah banyak melakukan sosialisasi terkait sewa harian di unit Apartemen Kalibata City. Selain menempel pengumuman di mading dan spanduk, pengelola juga sering memperingatkan lewat pengeras suara.

“Itu semua sudah kita jalankan,” imbuhnya. (Gebe’es)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Check Also

Close
Close