Uncategorized

Pedagang Meminta Solusi Pemerintah terhadap Sepinya Pasar Margalela Sampang

Sampang – Maju tidaknya sebuah masyarakat diukur dari perkembangan ekonomi. Pasar Margalela Sampang yang terletak di Jalan Samsyul Arifin merupakan salah satu dari empat pasar sejenis yang ada di wilayah Kota Sampang. Sejumlah pedagang setempat mengeluhkan sepinya pengunjung yang datang saat mereka berjualan. Sepinya pengunjung dirasakan oleh pedagang setempat sejak setahun yang lalu, apa sebab : kurangnya perhatian pemerintah setempat.

Hasil dari pantauan tim Generasi Peduli Negeri (GPN) tampak di dalam Pasar Margalela Sampang itu memang sepi tidak ada pengunjung. Sehingga, sejumlah pedagang hanya duduk dan menjaga lapak dagangannya. Tidak jarang pedagang lebih memilih menutup kios. (09/02/2020)

Saat di temui, salah satu pedagang yang berada dilokasi, Didik mengatakan sepi seperti ini sudah lama sekali.

“Kondisi seperti ini sudah lama. Hendak buka kios, tidak ada hasil dari dagangan, melainkan banyak pengeluaran untuk membeli bensin dan makan. Kami berharap semoga Pemkab Sampang segera memberi solusi untuk meramaikan Pasar Margalela Sampang. Bagaimana pun caranya kita ingin pasar ini ramai, kasihan para pedagang lainnya,” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Babussalam yang biasa di panggil Bang BBS oleh Tim GPN meminta kepada pemerintah agar segera memberikan solusi bagaimapun caranya. BBS juga mengaku miris melihat nasib pedagang di Pasar Margalela yang sepi pengunjung, kurangnya perhatian dan minimnya minat pemerintah untuk mengembangkan masyarakat dalam sektor ekonomi.

“Kami harap kepada kawan-kawan Pemkab Sampang agar segera memberi solusi dan jika memungkinkan untuk memindahkan pedagang-pedagang liar yang ada di Pasar Srimangunan ke Pasar Margalela ini, namun dengan catatan tidak sampai merugikan pemilik kios yang aktif di Pasar Margalela, jika perdagangan disuatu wilayah membeku maka semakin meningkatnya tingkat kemiskinan”, ucapnya.

Untuk Pemkab Sampang lanjut BBS sapaan akrabnya menghimbau jangan sampai membuat aturan pribadi yang hanya menguntungkan beberapa pihak saja, namun terapkan aturan yang benar-benar bisa dirasakan oleh pedagang, khusunya pedagang Pasar Margalela.

“Jangan bodohi pedagang. Jangan serta merta ambil alih kios pedagang yang sering tutup. Gali masalah, temukan solusi. Pasar kepunyaan rakyat bukan kepunyaan segelintir bapak-bapak yang maunya duduk enak, salah satu kemiskinan serta tidak majunya sebuah ekonomi kerakyatan, berasal dari kebijakan yang tidak bijak. diskriminasi terhadap masyarakat kecil masih merajai.”.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close