Uncategorized

Khofifah : Tak Perpanjang PSBB Surabaya, Risma : Warga Kesulitan Cari Makan

SURABAYA, Jarrakposjawa.com – Khofifah Indar Parawansa umumkan tak ada perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya Raya (Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik).

Sinyal tak ada perpanjangan tertangkap dalam rapat koordinasi antara Bupati Gresik Sambari Halim Radianto, Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin dan Wali Kota Surabaya Risma, Senin (8/6/2020). Rapat ini berjalan cukup alot tarik ulur sejak pukul tiga sore hingga malam ini. 

Tiga kepala daerah membawa rancangan perbup dan perwali sebagai laporan dan usulan agar PSBB Surabaya Raya tidak diperpanjang.

Gubernur menjelaskan jika dalam pembentukan peraturan bupati dan wali kota terbaru nanti boleh diberlakukan sanksi administratif sesuai UU Nomor 12 Tahun 2011.

Peraturan ini nantinya dibuat agar masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan. Sekaligus untuk mengukur transisi menuju new normal. 

“Nanti ada tim yang akan ditugaskan untuk menyeiringkan dengan Perwali/Perbup,” terang Gubernur. 

Menurut Gubernur, baik Perwali maupun Perbup boleh memberikan sanksi administrasi bukan sanksi pidana. 

“Jadi saya rasa posisinya clear. Boleh ada sanksi administrasi bukan sanksi pidana,” tegasnya. 

Sementara sebelum menggodok akhir PSBB Surabaya Raya, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah ingin meninjau isi raperbup dan perwali tersebut. 

“Kami ingin melihat isi dari peraturan bupati dan peraturan walikota ini bagaimana supaya kami nanti TNI-Polri saat mengawal tidak salah langkah. Dan kita bisa sama-sama untuk menjalankan perbupati dan perwali ini,” tandasnya. 

Risma bersama dua bupati lainnya memilih melanjutkan transisi menuju new normal.

Risma meminta agar masa pembatasan dalam lapangan produksi (restriksi) PSBB di Kota Surabaya lebih baik diakhiri. Sebab warga kesulitan menghidupi dirinya sendiri.

Pemkot Surabaya mengklaim siap untuk melakukan pengetatan penerapan protokol kesehatan.

“Dengan harapan seperti itu, kami bisa melakukan aktivitas ekonomi, tapi protokol kesehatan tetap kami jaga,” kata Risma.

Saat ini, Pemkot Surabaya sudah membuat draft perwali yang isinya protokol-protokol kesehatan hingga tempat-tempat terkecil.

Risma menyebut, penerapan protokol kesehatan ini akan sangat efektif dalam menekan dan mengkontrol penyebaran virus.

Penulis : Salman S.H.

Related Articles

2 thoughts on “Khofifah : Tak Perpanjang PSBB Surabaya, Risma : Warga Kesulitan Cari Makan”

  1. You are so cool! I don’t believe I have read through a single thing like that before.
    So great to discover somebody with some original thoughts on this issue.
    Really.. thank you for starting this up. This web site
    is one thing that is required on the internet, someone with some
    originality!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close