News / Berita

Direksi Lama Jiwasraya “Dicekal” Kejaksaan Agung

JAKARTA – JARRAKPOSJAWA.COM – Kejaksaan mengindikasikan direksi lama Jiwasraya akan menjadi tersangka dalam kasus yang diduga merugikan negara Rp 13,7 triliun. Setelah penetapan tersangka, kejaksaan akan mencekal bepergian ke luar negeri.

Kejaksaan membentuk tim penyidik 16 orang dari Kejaksaan Agung yang akan bekerja selama 90 hari ke depan. Kejaksaan menyelidiki kasus ini sejak menerima laporan dugaan fraud dari Rini Soemarno yang menjabat sebagai Menteri Negara BUMN, pada 17 Oktober 2019.

“Ini baru penyidikan awal. Pasti (pencekalan), sesuai dengan SOP, jadi ada tahapan-tahapannya,” kata Jaksa Agung ST Burhanuddin.

Dari hasil penyidikan, kejaksaan menemukan fakta kegiatan investasi yang melibatkan grup-grup tertentu  sebanyak 13 perusahaan yang melanggar prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance ).

“Transaksi–transaki tersebut menyebabkan Asuransi Jiwasraya hingga Agustus 2019 menanggung  potensi kerugian negara sebesar Rp 13,7 Triliun,” kata Burhanuddin.

Asuransi JS Saving Plan telah mengalami gagal bayar atas klaim yang telah jatuh tempo sesuai prediksi audit Badan Pemeriksa Keuangan. Prinsip ketidakhati-hatian terlihat dari tindakan manajemen Jiwasraya memilih berinvestasi dengan risiko tinggi demi mengejar keuntungan besar.

BACA JUGA : Setelah “Bebas 5 Tahun” Mantan Koruptor Boleh Maju Pilkada

Perseroan menempatkan 22,4% dari aset keuangan atau senilai Rp 5,7 triliun, sebagian besar pada perusahaan dengan kinerja buruk. “Dari angka itu sebanyak 95% dana kelolaan ditempatkan di saham yang berkinerja buruk,” kata Burhanuddin.

Selain itu, untuk investasi reksa dana sebanyak 59,1% dari aset finansial atau senilai Rp 14,9 triliun, sebanyak 95% dikelola oleh manajer investasi dengan kinerja buruk. Sebelumnya, Direktur Utama Jiwasraya Hexana Tri Sasongko menyatakan perusahaan tak dapat membayar klaim polis Rp 12,4 triliun untuk periode Oktober-November 2019.

Jarrakposjawa.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *