Uncategorized

Demokrasi atau Demo-crazy ?Wisnu Bakal Kucurkan 463 Miliard Untuk 9271 RT. Apa Tujuannya?

www.jarrakposjawa.com. Whisnu Sakti Buana, ST, yang sekarang menjadi Wakil Walikota Surabaya, berjanji akan mengucurkan dana 463.550.000.000 (empat ratus enam puluh tiga miliar lima ratus lima puluh juta rupiah) untuk 9271 RT setahun atau 50 juta/tahun tiap RT Bila dirinya terpilih menjadi walikota. Program ini sangat fantastis tentunya.

Keberanian putra almarhum Sucipto tersebut telah memberikan contoh yang tidak baik, dengan mengumbar janji akan memberikan uang kepada rakyat adalah hal yang seharusnya tidak boleh terjadi. sebab dengan memberi harapan berupa uang bukanlah sesuatu yang mendidik. dengan terpampangnya rayuan di dalam kampanyenya yang berbentuk baliho di berbagai tempat di Surabaya berbunyi “Alokasi Anggaran akan 50-100 juta/perk RT per Tahun” sangat mencerminkan betapa rendahnya nilai sebuah demokrasi bila di lihat dari sudut pandang sebuah angka.

Kamis, 13/02/2020

Wisnu pria yang pernah menjadi manager Persebaya waktu lalu memang tak pernah muncul ketika rakyat Surabaya sedang membutuhkannya. keberaniannya sangatlah berlebihan, dengan mematok 50 – 100 juta untiuk tiap RT per tahun telah menabrak program kerja yang sudah di berikan oleh pemerintah pusat melalui Musrenbang. Program yang sudah mulai di laksanakan dalam waktu dekat ini juga menyerap anggaran besar besaran, jika seorang Walikota akan memberikan anggaran hingga di tingkat bawah, maka munculah pertanyaan dana darimanakah itu?

Karena Wisnu selama menjadi Wakil Walikota Surabaya, telah mengetahui anggaran Pemkot untuk Pembangunan Kota Surabaya. sedangkan selama dirinya menjabat sebagai wakil walikota, hingga kini belum pernah tampak sepak terjangnya dalam memberikan solusi bagi rakyat Surabaya khususnya. Apakah Wisnu telah berhasil  dalam menyelesaikan banyaknya persoalan Social Urban yang ada di Surabaya hingga kini?

Dalam kampanye simpatiknya berbentuk publikasi Baliho Wisnu berhasil membuat beberapa reaksi di kalangan masyarakat. Seperti pendapat dari seorang Tokoh yang juga menjadi Dosen bagi bidang kebangsaan, Kolonel Laut (Purn) ir Jusuf Mahdi sangat menyayangkan akan hal tersebut.

“Pemimpin yang baik adalah orang yang harus Bersih, Jujur dan Amanah. Ujilah calon pemimpin dengan komitmen diatas melalui pemahaman dan implementasi Pranata Laku Panca Wasiat.” Paparnya.

“Ketika seseorang ingin meraih keinginan (jabatan, kedudukan, gengsi, citra dll) dengan mengandalkan uang, kekuasaan, tekanan, memaksa, menakuti dlsb, bila dia berhasil, maka disekelilingnya akan marak kebohongan, kemunafikan.” tambahnya.

“Yang jelas semua janji dan ucapannya akan berujung dusta yang masiv nantinya.” ucap pria yang di kenal kalem ini.

Berbeda lagi dengan pendapat dari kalangan LSM. Gebrakan kampanye wisnu di anggap dapat memicu adanya pelaku proyek money politik. akan hadir penghisap darah yang akan memanfaatkan situasi semacam itu.seperti yang di sampaikan oleh LSM Mapekkat.

“Terkait wacana WS tersebut sangatlah bagus bagi pengembangan infrastruktur di Surabaya secara menyeluruh, bahkan bisa jadi di setiap kampung akan berlomba lomba untuk turut menghijaukanh di wilayahnya masing masing. selain itu bisa juga menuju kampung sehat karena selama ini sanitasi di kota ini sangatlah memilukan,  dan mengangkat perkampungan yang semula kumuh menjadi lebih teraplikasi pada kemandirian hidup sehat,  namun yg perlu disorot adalah, anggaran untuk tiap RT tersebut harus jelas dalam penggunaanya, mengingat belum tentu semua SDM nya sama. iya kalau digunakan dengan baik, la kalau di buat bancaan siapa yang bertanggung jawab?

Jadi perlu semacam pelatihan, Propaganda maupun Sosialisasi secara memadai agar kedewasaan masyarakat dalam memilih walikota atau pemimpin buat daerahnya harus benar benar cermat dan cerdas.

“Yang menjadi pertanyaan saya adalah apakah sudah ready Dinas Dinas yang selama ini anggarannya mengarah pada pembangunan fisik dan bersinggungan langsung dengan Kelurahan dan jajarannya,  belum lagi tugas pengawasan penggunaan anggaran tersebut di setiap RT menjadi tugas siapa?”

“Jangan jangan malah bermunculan dan makin menumpuk dalam kasus tindak pidana Korupsi.jika hal ini terjadi, pihak Kepolisian sudah seabrek tugas serta tanggung jawabnya,  jadi WS sekiranya tidak gebyah uyah dalam berkampanye dan harus di pikirkan rerlebih dahulu dampak Social yang akan timbul ketika Program ini di luncurkan.” Pungkas Wiwin. Kiki,salman

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close