Uncategorized

Covid-19 Tak Dicegah, Lurah Jepara Berikan Keterangan Palsu Pada Warga

Surabaya. Dalam mencegah adanya penyebaran Covid 19 di tengah masyarakat Indonesia, pemerintah pusat sampai tingkat daerah menghimbau adanya pemyemprotan di seluruh wilayah hingga di perkampungan warga. hal ini di terapkan guna mencegah adanya penebaran virus yang lagi menghebohkan dunia saat ini covid-19

Dengan perintah lmelaksanaan penyemprotan di Fasum dan Fasos serta beberapa tempat ibadah telah di gelar oleh seluruh jajaran. tentu saja himbauan itu tidak terbatas hanya di lakukan di Fasos dan Fasum saja. upaya penyemprotan ini adalah tindakan prefentif yang harus di berikan oleh pemerintah saat ini kepada seluruh warga Indonesia.

Namun berbeda dengan cara pandang yang di terima oleh Kelurahan Jepara Surabaya. Gatot sebagai lurah hanya menunggu perintah dari Camat sebagai kepala OPD  untuk memberikan perintah melakukan tindakan pencegahan di wilayahnya. Penulis kira lurah gatot tidak percaya dengan adanya virus corona ini dengan terlalu meremehkan saran pemerintah dalam menjaga kewaspadaan, dg himbauan penyemprotan.

Warga Jepara meminta kampungnya untuk di semprot Desinfektan supaya virus di wilyahnya tidak masuk. tetapi lagi lagi Lurah yang seharusnya bisa mengambil kebijakan hanya menjawab ” Saya sesuai perintah Pak Camat.” lucunya lurah pemangku kebijakan ini, melempar kebijakan pada yang bukan tugasnya.

Tentu saja pola kerja sebagai pemangku kebijakan ini  harus di pertanyakan, harapan kami dalam kondisi genting seorang leader/ pimpinan harus berani bertanggung jawab serta cepat dalam mengambil tindakan. Tegas NV salah satu warga saat ditanya oleh penulis

Saat di konfirmasi oleh awak media jarrakposjawa.com Camat Bubutan Eko Kurniawan membenarkan adanya perintah kepada lurah Jepara agar menyemprot Fasum dan gang. Akan tetapi lurah enggan melakukan tindakan tersebut.

Bersamaan awak media menanyakan kepada warga, “apakah benar sudah di semprot oleh Kecamatan atau Kelurahan?”
masyarakat menjawab secara polos, bahwa tidak ada penyemprotan sama sekali. Hal ini membuat warga semakin bertanya tanya, “lalu kapan kampung saya di semprot?

Setelah mendapatkan informasi seperti itu, awak media mengkonfirmasi kepada Gatot Lurah Jepara, tetapi lagi lagi jawabannya sama seperti jawaban sebelumnya. Lurah Jepara merasa melakukan tugasnya dengan menyemprot fasum dan fasos.

“Jepara sudah saya semprot Fasum dan Fasosnya, kalau rumah warga saya nunggu perintah saja.” ujar Gatot kepada awak media jarrakposjawa.com Ki

Senen, 23/03/2020

Lalu yang menjadi pertanyaan adalah, warga merasa belum pernah kampungnya di semprot. dan merasa pihak kelurahan tiidak mempedulikan keberadaan warganya. padahal tindakan prefentif dengan menyemprot rumah warga sangatlah di perlukan bahkan diharapkan dalam upaya pencegahan virus.

Jika program penyemprotan ini bertujuan untuk mencegah jangan sampai Covid 19 menyebar sepatutnya pemerintah segera melakukan penyemprotan di rumah warga secara merata. Demikian pula dengan upaya lainnya di harapkan jangan setengah setengah dalam mencegah. Tegas salah satu anggoya Germas ( Gerakan Masyarakat)

Sebagai Lurah seharusnya jangan berpangku tangan saja menunggu perintah dari atasan, tapi harus punya inisiatif untuk keselamatan dan kesejahteraan warganya. apalagi dalam kondisi seperti ini, Negara harus hadir di tengah rakyatnya.

Penulis : kiki kurniawan

Editor : salman

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close