Uncategorized

Cari Uang Sekolah Anak, Staff Desa di Pasuruan Dibui 4 Tahun

Batu, Jarrakposjawa.com — Seorang warga asal Kabupaten Pasuruan berinisial DMF, 49 tahun, bersama dua temannya MA, 50 tahun dan MS, 55 tahun, melakukan tindak pidana penipuan di Kota Batu, Malang Jawa Timur.

Berbekal sorban putih dan pakaian muslim, DMF mengaku sebagai tokoh agama sudah melakukan aksinya sebanyak tiga kali di Kota Batu. Dua diantaranya sukses dan satu kali gagal. Dengan sasaran utamanya orang lewat di jalan raya dan mencolok sedang membawa barang berharga.

Dia mengatakan dari hasil kejahatannya itu dia dan rekan-rekannya mendapatkan uang kurang lebih sebanyak Rp 4,1 juta. Kemudian, uang tersebut dikatakannya dibagi rata. Satu diantaranya untuk sewa mobil untuk perjalanan ke Kota Batu.

Dia menambahkan bahwa dirinya memilih melakukan penipuan itu karena terdesak kebutuhan ekonomi untuk menyekolahkan anaknya di sekolah dasar (SD). Sedangkan bekerja sebagai staf desa di Kabupaten Pasuruan dikatakannya masih kurang mencukupi.

“Butuh uang untuk menyekolahkan anak. Sudah tujuh tahun kerja sebagai staf desa. Tapi, kurang untuk mencukupi kebutuhan,” ungkap DMF dalam konferensi pers di halaman Kepolisian Resort Batu, Senin (13/7/2020).

Sementara itu, Kepala Kepolisian Resort Kota Batu Ajun Komisaris Besar Harviadi Agung Pratama mengatakan ketiga pelaku ditangkap pada Kamis, 9 Juli 2020, usai korban melaporkan kejadian penipuan yang dialaminya.

Setelah melakukan penyelidikan, mengumpulkan beberapa bukti seperti hasil rekaman CCTV di tempat kejadian perkara dan keterangan beberapa saksi. Tidak butuh waktu lama, Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resort Batu berhasil menangkap ketiga pelaku di Kabupaten Pasuruan.

“Ketiga pelaku kami amankan di Kabupaten Pasuruan beserta barang bukti yang digunakan pelaku saat melakukan aksinya,” ungkap Agung.

Turut diamankan satu unit minibus, songkok putih, baju muslim putih, sarung warna hijau, dua koin dan satu lembar uang Rp 2.000. Kemudian uang tunai sebesar Rp 1,4 juta hasil penipuan yang dilakukan ketiga pelaku.

Akibat perbuatanya, ketiga pelaku dijerat Pasal 378 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Penipuan dengan ancaman maksimal empat tahun penjara.

Editor : Salman

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close