Uncategorized

Biadab, Mahasiswa PMII di Aniaya Polisi Akibat Tolak Tambang Ilegal

Pamekasan, Jarrakposjawa.com — Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan, melalukan aksi unjuk rasa ke Kantor Bupati Pamekasan dengan tuntutan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh tambang galian ilegal (25/6/2020).

Aksi ini dilakukan mulai pukul 7 tadi pagi dengan titik kumpul di Kantor Cabang PMII Pamekasan.

Oknum yg diduga membabi buta menyerang mahasiswa sampai berkucur darah

Alih-alih menyuarakan tuntutannya, aksi ratusan mahasiswa tersebut diwarnai dengan kericuhan lantaran seorang oknum polisi memukul seorang mahasiswa yang turut aksi.

IKA PMII Sampang, mengecam keras tindakan represi polisi kepada aktivis PMII Pamekasan.
“Saya sangat menyayangkan tindakan aparat kepolisian yang dengan sengaja melukai sahabat-sahabat mahasiswa demonstran. Untuk apa adanya undang-undang yang mengatur tentang kebebasan menyampaikan pendapat ? hapus saja jika begitu” terang Muhdor Ali

Menyampaikan pendapat dimuka umum merupakan hak setiap warga negara yang diatur dalam Pasal 28E UUD 1945, lebih pentingnya pemerintah telah memberi wadah aksi demonstran dalam UU Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

Tak khayal, dalam setiap aksi turun jalan pasti menimbulkan kericuhan, untuk itu pemerintah memberikan amanat pengamanan kepada Polri dalam Pasal 13 ayat (3) UU No. 9 Tahun 1998 tersebut.

Dalam hal ini juga sudah diatur lebih detail dalam Perkapolri Nomor 9 Tahun 2008 tentang Pengamanan Demonstran.

Penulis : Salman S.H.

Related Articles

1 thought on “Biadab, Mahasiswa PMII di Aniaya Polisi Akibat Tolak Tambang Ilegal”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close