News / Berita

“Banjir Jakarta” menelan 9 Korban Jiwa & Penampakan “Ular Besar”

JAKARTA – JARAKPOSJAWA.COM – Tahun baru 2020 diawali banjir yang tidak biasa terjadi di tahun-tahun sebelumnya. Banjir Jakarta hari ini dalam catatan detikcom, setidaknya terjadi di 63 titik di kawasan. Beberapa wilayah hingga Rabu malam masih tergenang.

Menurut Pelaksana Tugas Deputi Darurat BNPB Dodi Ruslandi, daerah yang terdampak banjir terparah berada di sekitar Sungai Ciliwung, Kali Krukut, Kali Sunter, dan Kali Grogol. Hingga saat ini proses evakuasi dan pemberian bantuan bagi korban banjir di Jabodetabek terus berlangsung.

menurut catatan TMC Polda Metro, sejumlah ruas jalan lain juga masih terkepung banjir. Berikut jalan-jalan tersebut:

05.28: Terowongan dari Halim mengarah ke Tanjung Priok masih belum bisa dilewati. Mohon berhati-hati tetap waspada ketinggian genangan masih kisaran 40 cm-100 cm

05.04 #Tol_Janger Tomang – Kedoya KM 04 padat, ada genangan air di lajur 1/kiri.

04:56 #Banjir 100-150 cm di Jl. Jatinegara Barat Jakarta Timur, sementara lalin dialihkan.

04.00: banjir setinggi 40-50 cm di depan SMPN 5 Jakarta, Jl. Dr. Sutomo, Jakpus.

03.50: Genangan cukup tinggi di Jalan Jend Sudirman Bekasi Kota depan Grand Mall Bekasi. Dari Pulo Gadung ke Bekasi terputus.

Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyebutkan sembilan orang korban meninggal termasuk empat di Jakarta, tiga di Depok, satu di Kabupaten Bogor dan satu di Kota Bogor.

Kepala BNPB, Doni Monardo menghimbau masyarakat agar segera mengungsi ke tempat aman jika tempat tinggalnya berpotensi mengalami banjir lebih besar.

Salah seorang korban di Jakarta termasuk seorang remaja pria berusia 16 tahun karena tersengat listrik di Kemayoran dan tiga lainnya karena kedinginan, kata BNPB.

“Jenazah anak saya ditutupi dengan koran saat dua anak saya yang lain lewat,” kata Farid, yang menyebut diri sebagai ayah dari remaja 16 tahun itu.

“Orang-orang bertanya ada yang kenal dengan korban. Bila anak-anak saya tidak lewat, kami tidak tahu putra saya meninggal,” kata Farid seperti dikutip kantor berita AFP.

Menurut keterangan PLN ada beberapa alasan listrik dipadamkan saat banjir Jakarta hari ini. Yaitu keamanan dan keselamatan masyarakat, personil PLN, peralatan instalasi listrik masyarakat dan PLN. Listrik akan kembali menyala jika banjir telah surut dan tak lagi berisiko terhadap keselamatan serta keamanan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *