Hukum

“ALOKASI FINAL” Anggaran KKP Tahun ini

Jakarta-Jarrakposjawa.com – Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin meminta kepada pemerintah melalui Menteri KKP agar anggaran kementeriannya dikembalikan jumlahnya menjadi 11 triliun pada tahun 2021. Anggaran ini lebih ideal untuk program langsung ke masyarakat berupa bantuan kepada nelayan, pembudidaya ikan dan petambak garam. Seperti halnya di Kementerian Pertanian, anggarannya dapat langsung menyentuh masyarakat.

Politisi PKS tersebut mengatakan, saat ini anggaran KKP adalah terkecil diantara mitra Kementerian Komisi IV DPR. Tahun 2020 Komisi IV DPR menyetujui alokasi anggaran Kementerian Pertanian pada RAPBN 2020 sebesar Rp 21 triliun. Pagu RAPBN KLHK Tahun 2020  sebesar 9,3 Triliun rupiah. Sementara pagu anggaran KKP tahun 2020 sebesar Rp6,47 triliun.

“KKP ini di era  presiden sebelumnya selalu mendapat porsi anggaran terkecil di antara kementerian mitra Komisi IV. Pada awal pemerintahan Jokowi, KKP langsung mendapat lonjakan anggaran signifikan yang semestinya mampu di gunakan untuk memajukan sektor maritim dan pembebasan impor garam dan ikan. Namun pada kenyataannya, di penghujung periode kepemimpinan 5 tahun pertama Jokowi, KKP kembali ke selera asal yang hanya mampu mengelola anggaran sebesar 6,47 T,” ungkap Akmal.

Legislator asal Sulawesi Selatan II ini menyampaikan, anggaran Kementerian Kelautan dan Perikanan terus mengalami penurunan yang drastis. Ketika tahun 2016, RAPBN KKP sempat memiliki pagu sebesar 15,8 T, meskipun daftar Isian Penggunaan Anggaran Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk tahun anggaran 2016 diputuskan sebesar Rp 13,8 triliun.   Namun pada perubahan APBN dalam RAPBNP 2016, alokasi final tahun itu sebesar Rp 11,16 triliun. Menurut Akmal angka 11 T ini merupakan angka ideal untuk KKP.

 “Saya berharap, KKP mampu mengembalikan anggaran 2021 yang akan di bahas tahun 2020 sebesar 11 triliun. Dengan besaran APBN untuk KKP sebesar itu, maka pemerintah diharapkan mampu mengentaskan kemiskinan di kalangan nelayan dan penduduk pesisir, mampu memajukan sektor maritim dengan teknologi modern, pengelolaan sumber daya laut yang ramah lingkungan hingga membebaskan negara dari jeratan Impor garam,” tutup Akmal.

www.jarrakposjawa.com/dep

Editor : Botski

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *